<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Learn and Share &#187; Internet</title>
	<atom:link href="http://www.gabrielsw.com/category/internet/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.gabrielsw.com</link>
	<description>Everything about Programming, Networking, Computer and E-Business</description>
	<lastBuildDate>Fri, 02 Jul 2010 09:48:10 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Radiasi Wi-Fi Bikin Anak Jadi Autis?</title>
		<link>http://www.gabrielsw.com/2010/01/radiasi-wi-fi-bikin-anak-jadi-autis/</link>
		<comments>http://www.gabrielsw.com/2010/01/radiasi-wi-fi-bikin-anak-jadi-autis/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Jan 2010 05:18:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gabriel Sebastian Wangsadipura</dc:creator>
				<category><![CDATA[Computer]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Networking]]></category>
		<category><![CDATA[autis]]></category>
		<category><![CDATA[radiasi wifi]]></category>
		<category><![CDATA[wifi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gabrielsw.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Manfaat Wi-Fi (wireless fidelity) memang besar terutama untuk  lalu lintas data. Namun bagaimana jika gara-gara Wi-Fi, penyakit autis  yang menyerang otak bisa melanda?
Sinyal Wi-Fi disinyalir bisa  mempercepat perkembangan autis pada anak-anak. Demikian diungkapkan  dalam sebuah studi yang dibesut oleh lembaga Australasian Journal of  Clinical Enviromental Medicine. Studi ini mengungkapkan hubungan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Manfaat Wi-Fi (<em>wireless fidelity</em>) memang besar terutama untuk  lalu lintas data. Namun bagaimana jika gara-gara Wi-Fi, penyakit autis  yang menyerang otak bisa melanda?</p>
<p>Sinyal Wi-Fi disinyalir bisa  mempercepat perkembangan autis pada anak-anak. Demikian diungkapkan  dalam sebuah studi yang dibesut oleh lembaga Australasian Journal of  Clinical Enviromental Medicine. Studi ini mengungkapkan hubungan antara  teknologi <em>wireless</em> dengan autisme. Mereka melakukannya dengan  mengadakan berbagai tes terhadap anak-anak penderita autis pada tahun  2005 dan 2006.</p>
<p>&#8220;Radiasi elektromagnetis dari Wi-Fi kelihatannya  menjebak unsur tertentu dalam otak dan menyebabkan gejala autisme pada  anak makin meningkat,&#8221; ungkap Dr. George Carlo, salah satu pembesut  studi ini seperti dikutip <strong>detikINET </strong>dari EeTimes, Kamis  (29/11/2007).</p>
<p>Sebelumnya, Dr George Carlo juga pernah meneliti  bahwa penggunaan ponsel juga berpengaruh terhadap meningkatnya angka  anak yang menderita autis. Gejala ini disebutnya mewabah di seluruh  dunia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gabrielsw.com/2010/01/radiasi-wi-fi-bikin-anak-jadi-autis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>DDOS &#8211; Distributed-Denial-of-Service attack</title>
		<link>http://www.gabrielsw.com/2010/01/ddos-distributed-denial-of-service-attack/</link>
		<comments>http://www.gabrielsw.com/2010/01/ddos-distributed-denial-of-service-attack/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Jan 2010 03:13:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gabriel Sebastian Wangsadipura</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Networking]]></category>
		<category><![CDATA[DDOS]]></category>
		<category><![CDATA[DDOS Attack]]></category>
		<category><![CDATA[DoS]]></category>
		<category><![CDATA[Mailm Bomb]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gabrielsw.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[DDoS attack adalah Distributed-Denial-of-Service attack, sebuah usaha  untuk membuat suatu sumber daya komputer menjadi tidak bisa dipakai oleh  user-nya, dengan menggunakan ribuan zombie system yang ‘menyerang’  secara bersamaan. Tujuannya negatif, yakni agar sebuah website atau  layanan online tidak bisa bekerja dengan efisien atau bahkan mati sama  sekali, untuk sementara waktu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>DDoS attack adalah Distributed-Denial-of-Service attack, sebuah usaha  untuk membuat suatu sumber daya komputer menjadi tidak bisa dipakai oleh  user-nya, dengan menggunakan ribuan zombie system yang ‘menyerang’  secara bersamaan. Tujuannya negatif, yakni agar sebuah website atau  layanan online tidak bisa bekerja dengan efisien atau bahkan mati sama  sekali, untuk sementara waktu atau selama-lamanya. DDoS attack adalah  salah satu model dari DoS ( denial-of-service) attack.</p>
<p>Target serangan DoS attack bisa ditujukan ke berbagai bagian jaringan.  Bisa ke routing devices, web, electronic mail, atau server Domain Name  System.</p>
<p>Ada 5 tipe dasar DoS attack :</p>
<p>1. Penggunaan berlebihan sumber daya komputer, seperti bandwith, disk  space, atau processor.<br />
2. Gangguan terhadap informasi konfigurasi, seperti informasi  routing.<br />
3. Gangguan terhadap informasi status, misalnya memaksa me-reset TCP  session.<br />
4. Gangguan terhadap komponen-komponen fisik network.<br />
5. Menghalang-halangi media komunikasi antara komputer dengan user  sehingga mengganggu komunikasi.</p>
<p>DoS attack juga termasuk eksekusi malware, yang dimaksudkan untuk :</p>
<p>* Memaksimalkan kerja processor, sehingga memblok tugas-tugas yang  lain.<br />
* Memicu terjadinya error di dalam microcode.<br />
* Memicu error pada urutan instruksi dan memaksa komputer menjadi  tidak stabil dan locked-up.<br />
* Memanfaatkan error-error yang ada di system operasi yang berbuntut  pada ‘kematian’ system.<br />
* Membuat system operasi menjadi crash.<br />
* iFrame (D)DoS, di dalamnya terdapat sebuah dokumen HTML yang  sengaja dibuat untuk mengunjungi halaman web ber-kilobyte tinggi dengan  berulang-ulang, hingga melampaui batas bandwith.</p>
<p>Gejala-gejala DDoS attack :</p>
<p>* Kinerja jaringan menurun. Tidak seperti biasanya, membuka file  atau mengakses situs menjadi lebih lambat.<br />
* Fitur-fitur tertentu pada sebuah website hilang.<br />
* Website sama sekali tidak bisa diakses.<br />
* Peningkatan jumlah email spam yang diterima sangat dramatis. Tipe  DoS yang ini sering diistilahkan dengan “Mail Bomb”.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gabrielsw.com/2010/01/ddos-distributed-denial-of-service-attack/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Akses Hotspot Kecepatan Tinggi</title>
		<link>http://www.gabrielsw.com/2010/01/akses-hotspot-kecepatan-tinggi/</link>
		<comments>http://www.gabrielsw.com/2010/01/akses-hotspot-kecepatan-tinggi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jan 2010 02:44:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gabriel Sebastian Wangsadipura</dc:creator>
				<category><![CDATA[Computer]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Networking]]></category>
		<category><![CDATA[buffalo]]></category>
		<category><![CDATA[buffalo wireles]]></category>
		<category><![CDATA[buffalo wireless N]]></category>
		<category><![CDATA[cisco small business]]></category>
		<category><![CDATA[cobo]]></category>
		<category><![CDATA[linksys]]></category>
		<category><![CDATA[linksys wireless N]]></category>
		<category><![CDATA[Nfiniti]]></category>
		<category><![CDATA[wireless buffalo]]></category>
		<category><![CDATA[wirelss linksys]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gabrielsw.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[Bosan dengan akses Hotspot yang lambat? Bukan zamannya lagi sekarang akses hotspot dengan koneksi yang lambat kayak siput. Barangkali itu salah satu bahasa marketing kalau mau jualan koneksi hotspot. Kalau itu memang problem anda ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menelusur permasalahan tersebut. Cara pertama adalah memeriksa berapa bandwidth yang dialokasikan untuk koneksi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bosan dengan akses Hotspot yang lambat? Bukan zamannya lagi sekarang akses hotspot dengan koneksi yang lambat kayak siput. Barangkali itu salah satu bahasa marketing kalau mau jualan koneksi hotspot. Kalau itu memang problem anda ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menelusur permasalahan tersebut. Cara pertama adalah memeriksa berapa bandwidth yang dialokasikan untuk koneksi hotspot. Kalau yang dialokasikan memang kecil ya selesai sudah persoalan. Karena jawabannya adalah menaikkan kapasitas bandwidth yang lewat hotspot device. Tetapi jika koneksi internet sudah cepat tetapi terkendala oleh perangkat hotspot yang jadul, mungkin ini akan bermanfaat. Tulisan kali ini akan mencoba meninjau dari segi teknologi wireless yang dipakai agar <strong>Kecepatan Hotspot dapat ditingkatka</strong>n. <strong>Meningkatkan kecepatan download, kecepatan upload dan transfer file antar PC.</strong><span id="more-630"> </span> Dengan jaringan Wifi terkadang transfer data antara satu PC/laptop dengan PC lain terasa lebih lambat dibandingkan transfer data dengan media kabel. Mengapa demikian? Saat ini  Jaringan LAN (Local Area Network) menggunakan media kabel memiliki kecepatan terendah 10 Mbps, yang umum dipakai berkecepatan 100 Mbps, teknologi terbaru dengan Gibabit Ethernet mampu melakukan transfer data 1 Gbps.</p>
<p>T<strong>eknologi wireless menggunakan standard <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/IEEE_802.11">IEEE 802.11</a></strong> .  Standard tersebut telah mengalami perkembangan dan penyempurnaan dari mulai generasi pertama hingga generasi terakhir.</p>
<p><strong>802.11</strong></p>
<p>Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) membuat standar WLAN pertama. Mereka menyebutnya 802,11 setelah nama dari kelompok yang dibentuk untuk mengawasi perkembangannya. Sayangnya, <strong>802.11</strong> hanya didukung jaringan <strong>maksimum bandwidth dari 2 Mbps</strong> , terlalu lambat untuk sebagian besar aplikasi. Untuk alasan ini, produk-produk nirkabel 802.11 biasa tidak lagi diproduksi.</p>
<p><strong>802.11b</strong></p>
<p>IEEE mengembangkan standar 802.11 awal pada bulan Juli 1999, menciptakan spesifikasi 802.11b. <strong>802.11b mendukung bandwidth sampai 11 Mbps</strong>, sebanding dengan Ethernet tradisional.</p>
<p><strong>802.11a</strong></p>
<p>Bersamaan dengan pengembangan 802.11b, IEEE membuat ekstensi kedua untuk standar 802.11 yang disebut 802.11a. Karena 802.11b diperoleh dalam popularitas jauh lebih cepat daripada 802.11a, sebagian orang percaya bahwa 802.11a diciptakan setelah 802.11b.</p>
<p><strong>802.11a mendukung bandwidth sampai 54 Mbp</strong>s dan sinyal dalam spektrum frekuensi diatur sekitar 5 GHz. Lebih tinggi dibandingkan dengan frekuensi yang lebih pendek 802.11b jangkauan jaringan 802.11a. Frekuensi yang lebih tinggi juga berarti sinyal 802.11a memiliki lebih banyak kesulitan menembus dinding dan penghalang lain.Karena 802.11a dan 802.11b menggunakan frekuensi yang berbeda, kedua teknologi tidak kompatibel satu sama lain.</p>
<p><strong>802.11g</strong></p>
<p>Pada tahun 2002 dan 2003, produk-produk WLAN dapat mendukung standar yang lebih baru yang disebut 802.11g muncul di pasar. 802.11g merupakan usaha untuk menggabungkan yang terbaik dari kedua standard yaitu 802.11a dan 802.11b. 8<strong>02.11g mendukung bandwidth sampai 54 Mbps</strong>, dan menggunakan frekuensi 2.4 Ghz untuk rentang yang lebih besar. 802.11g kompatibel dengan 802.11b, yang berarti bahwa jalur akses 802.11g akan bekerja dengan adapter jaringan nirkabel 802.11b dan sebaliknya.</p>
<p><strong>802.11n</strong></p>
<p>generasi ketiga Wi-Fi standar untuk jaringan wireless di rumah. Peralatan <strong>802.11n </strong>kompatibel dengan 802.11g yang lebih tua atau peralatan 802.11b, dan mendukung koneksi nirkabel lebih cepat di atas jarak yang lebih jauh.<strong>Transfer Rate sampai lebih dari 100 Mbps. </strong>Menggunakan teknologi <strong>MIMO (Multiple-Input Multiple-Output).</strong></p>
<div id="attachment_636" class="wp-caption aligncenter" style="width: 394px;"><img class="size-full wp-image-636 " title="Wireless N Produk Linksys" src="http://tukangsapu.web.id/wp-content/uploads/2009/10/linksys.png" alt="linksys" width="384" height="307" /></p>
<p class="wp-caption-text">Wireless N Produk Linksys</p>
</div>
<p>Saat ini di pasaran sudah banyak produk berteknologi dengan standard 802.11n atau sering disebut dengan Wireless N. Dengan demikian kemampuan transfer data lebih besar lagi. <strong>Salah satu cara meningkatkan kecepatan akses hotspot adalah menggunakan AP hotspot berteknologi wireless N,</strong> dengan catatan wireless client (Laptop) juga harus sudah mendukung wireless N. Kalau belum mendukung ya sama saja. Catatan kedua apakah koneksi internet sudah diatas 100 Mbps??  Dengan menggunakan <strong>wireless N dapat meningkatkan kecepatan download maupun kecepatan upload</strong>.</p>
<div id="attachment_637" class="wp-caption aligncenter" style="width: 490px;"><img class="size-full wp-image-637" title="Wireles N Produk Buffalo" src="http://tukangsapu.web.id/wp-content/uploads/2009/10/buffalo-wireless-n.jpg" alt="buffalo wireless-n" width="480" height="480" /></p>
<p class="wp-caption-text">Wireles N Produk Buffalo</p>
</div>
<p style="text-align: center;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gabrielsw.com/2010/01/akses-hotspot-kecepatan-tinggi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa Itu Google Adsense</title>
		<link>http://www.gabrielsw.com/2009/11/apa-itu-google-adsense/</link>
		<comments>http://www.gabrielsw.com/2009/11/apa-itu-google-adsense/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 06:57:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gabriel Sebastian Wangsadipura</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[SEO]]></category>
		<category><![CDATA[Ad Units]]></category>
		<category><![CDATA[Adsense]]></category>
		<category><![CDATA[Clicks]]></category>
		<category><![CDATA[CPC]]></category>
		<category><![CDATA[CTR]]></category>
		<category><![CDATA[eCPM]]></category>
		<category><![CDATA[Google Adsense]]></category>
		<category><![CDATA[Publisher]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gabrielsw.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[AdSense adalah program kerjasama periklanan melalui media internet yang diselenggarakan oleh Google. Melalui program periklanan AdSense, pemilik situs web atau blog yang telah mendaftar dan disetujui keanggotaannya diperbolehkan memasang unit iklan yang bentuk dan materinya telah ditentukan oleh Google di halaman web mereka. Pemilik situs web atau blog akan mendapatkan pemasukan berupa pembagian keuntungan dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>AdSense</strong> adalah program kerjasama periklanan melalui media internet yang diselenggarakan oleh <a title="Google" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Google">Google</a>. Melalui program periklanan AdSense, pemilik <a title="Situs web" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Situs_web">situs web</a> atau <a title="Blog" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Blog">blog</a> yang telah mendaftar dan disetujui keanggotaannya diperbolehkan memasang unit <a title="Iklan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Iklan">iklan</a> yang bentuk dan materinya telah ditentukan oleh Google di halaman web mereka. Pemilik situs web atau blog akan mendapatkan pemasukan berupa pembagian keuntungan dari Google untuk setiap iklan yang diklik oleh pengunjung situs, yang dikenal sebagai sistem <em><a title="Pay per click" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pay_per_click">pay per click</a></em> (ppc) atau bayar per klik.</p>
<p>Selain menyediakan iklan-iklan dengan <a title="Sistem" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem">sistem</a> bayar per klik, Google AdSense juga menyediakan AdSense untuk pencarian (<em>AdSense for Search</em>) dan iklan arahan (<em>Referral</em>). Pada AdSense untuk pencarian, pemilik situs web dapat memasang kotak pencarian Google di halaman web mereka. Pemilik situs akan mendapatkan pemasukan dari Google untuk setiap pencarian yang dilakukan pengunjung melalui kotak pencarian tersebut, yang berlanjut dengan klik pada iklan yang disertakan pada hasil pencarian. Pada iklan arahan, pemilik situs akan menerima pemasukan setelah klik pada iklan berlanjut dengan tindakan tertentu oleh pengunjung yang telah disepakati antara Google dengan pemasang iklan tersebut.</p>
<h2><span id="Istilah_dalam_AdSense">Istilah dalam AdSense</span></h2>
<h3><span> </span><span id="Publisher">Publisher</span></h3>
<p>Publisher adalah orang atau pemilik situs yang sudah bergabung dan memasang iklan AdSense di situs mereka.</p>
<h3><span id="Ad_Units">Ad Units</span></h3>
<p>Yang dimaksud dengan Ad Units adalah iklan AdSense itu sendiri. Ad Units terdiri dari beberapa jenis dan ukuran. Yang paling umum adalah jenis iklan teks. Pada saat pengunjung mengklik unit iklan ini, maka (jika sah) pemasang iklan akan mendapatkan pemasukan sesuai dengan nilai CPC-nya.</p>
<h3><span id="Link_Units">Link Units</span></h3>
<p>Link Units hampir sama dengan Ad Units, hanya saja formatnya mirip dengan format menu yang biasa kita temui di situs-situs web. Yang membedakan Link Units dengan Ad Units adalah pada saat pengunjung meng-klik iklan ini, maka ia akan diarahkan pada halaman hasil pencarian di search engine Google. Publisher baru akan mendapatkan pemasukan apabila pengunjung mengklik salah satu Ad Unit yang ada di halaman tersebut. Pada prakteknya, Link Units terbukti menghasilkan pemasukan lebih banyak dibandingkan Ad Units biasa.</p>
<h3><span></span> <span id="AdSense_for_Content">AdSense for Content</span></h3>
<p>AdSense for Content adalah iklan AdSense yang dipasang di dalam suatu halaman. Iklan-iklan yang muncul adalah iklan-iklan yang berhubungan dengan isi halaman tersebut. Atau istilahnya menggunakan konsep kontekstual. Ad Units dan Link Units adalah yang termasuk dalam AdSense for Content ini.</p>
<h3><span id="Alternate_Ads">Alternate Ads</span></h3>
<p>Pada AdSense for Content, iklan tidak selalu muncul. Sebabnya antara lain bisa karena memang stok iklan yang berhubungan dengan isi situs sudah habis atau Google tidak dapat memperkirakan apa isi situs itu sebenarnya. Jika ini terjadi, secara default, yang ditampilkan adalah iklan layanan masyarakat atau sering dikenal dengan istilah PSA (<em>Public Service Ads</em>). Karena bertipe donasi, maka jika diklik, iklan ini tidak menghasilkan apa-apa bagi publisher. Untuk mengatasinya, <a title="Google" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Google">Google</a> memperbolehkan kita untuk memasang Alternate Ads atau iklan alternatif. Jika Ad Units yang dibuat telah diatur dengan menggunakan Alternate Ads, maka apabila Ad Units tersebut tidak dapat tampil, yang muncul adalah iklan alternatif yang telah diatur sebelumnya.</p>
<h3><span id="Channels">Channels</span></h3>
<p>Channels adalah semacam label yang dapat diberikan pada Ad Units, Link Units, AdSense for Search, dan Referrals. Satu unit iklan dapat memiliki lebih dari satu label, dan sebaliknya, satu label dapat digunakan untuk lebih dari satu unit iklan. Di halaman laporan <a title="Google" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Google">Google</a> AdSense, hasil laporan akan dikelompokkan berdasarkan Channels, sehingga penggunaan Channels akan sangat memudahkan publisher untuk menganalisa performa AdSense mereka. Umumnya, publisher akan memberikan nama Channels yang sama pada unit-unit iklan yang ada di satu situs. Jika ingin lebih detail, sah-sah saja untuk memberikan nama Channels yang berbeda pada setiap unit iklan di masing-masing situs. Yang perlu diingat, maksimal jumlah Channels yang diperbolehkan saat ini adalah 200 kanal.</p>
<h3><span></span> <span id="Page_Impressions">Page Impressions</span></h3>
<p>Page Impressions adalah jumlah yang menunjukkan berapa kali halaman yang mengandung Ad Units dibuka oleh pengunjung. Nilainya tidak terpengaruh oleh kuantitas Ad Units yang ada di dalam halaman yang bersangkutan.</p>
<h3><span id="Clicks">Clicks</span></h3>
<p>Clicks adalah jumlah klik pada Ad Units milik publisher. Dalam halaman laporan AdSense, publisher dapat melihat total klik yang ia dapatkan, maupun berdasarkan Ad Units atau Channelnya.</p>
<h3><span id="CTR_.28Clickthrough_Rate.29">CTR (Clickthrough Rate)</span></h3>
<p>CTR adalah perbandingan dalam persen antara jumlah klik yang diterima suatu Ad Units dengan jumlah tampilan Ad Units tersebut. Misalnya, satu Ad Units yang ditampilkan 40 kali dan diklik 10 kali memiliki nilai CTR 25% (10:40).</p>
<h3><span id="CPC_.28Cost_Per_Click.29">CPC (Cost Per Click)</span></h3>
<p>CPC adalah jumlah uang yang akan didapatkan oleh publisher apabila Ad Units tertentu diklik. Nilai CPC masing-masing Ad Units berbeda dan ditentukan oleh banyak faktor, termasuk performa dan kualitas situs milik publisher. Namun secara umum, nilai maksimal yang mungkin adalah 20% dari nilai tawaran dinamis yang ditawarkan oleh pemasang iklan.</p>
<h3><span id="eCPM_.28Effective_CPM.29">eCPM (Effective CPM)</span></h3>
<p>eCPM atau CPM (Cost Per Million) adalah hasil pembagian antara jumlah pendapatan publisher dengan jumlah impresi halaman (per 1.000) yang ia dapatkan dari iklan-iklannya. Sebagai contoh, publisher yang menghasilkan USD 200 dari 50.000 impressi akan memiliki nilai CPM sebesar USD 4 (USD 200 dibagi 50).</p>
<h2><span></span> <span id="Kebijakan_program_AdSense">Kebijakan program AdSense</span></h2>
<p>Meski program AdSense memberikan keuntungan yang besar, Google menetapkan aturan ketat untuk melindungi kepentingan semua pihak yang terlibat, termasuk pemasang iklan yang sering dirugikan oleh tindakan tidak terpuji pemilik situs anggota program AdSense. Beberapa larangan Google yang harus ditaati pemilik situs web atau blog peserta program AdSense adalah:</p>
<ul>
<li>Mengklik iklan yang ditampilkan situs milik sendiri, baik dengan cara manual atau dengan bantuan perangkat lunak khusus</li>
<li>Dengan sengaja mendorong pengunjung situs untuk mengklik iklan yang ditampilkan, misalnya dengan kata-kata “klik iklan ini” atau “kunjungi halaman ini”</li>
<li>Mengubah bentuk dan ukuran unit iklan yang telah ditentukan Google</li>
<li>Membuat pranala langsung menuju halaman hasil pencarian AdSense untuk pencarian</li>
<li>Mengisi secara otomatis kotak pencarian AdSense dengan <a title="Katakunci (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Katakunci&amp;action=edit&amp;redlink=1">katakunci</a> tertentu</li>
<li>Memanipulasi target iklan dengan katakunci tersembunyi atau dengan <a title="IFRAME (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=IFRAME&amp;action=edit&amp;redlink=1">IFRAME</a></li>
<li>Kode unit iklan AdSense harus ditempatkan langsung pada kode html Situs web tanpa perubahan. Pemilik situs tidak diperbolehkan mengubah kode AdSense dengan alasan apapun, misalnya dengan tujuan menampilkan hasil klik di jendela <em><a title="Pop up (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pop_up&amp;action=edit&amp;redlink=1">pop up</a></em> atau mengalihkan target iklan.</li>
</ul>
<h2><span id="Optimisasi_Penghasilan_AdSense">Optimisasi Penghasilan AdSense</span></h2>
<p>Potensi keuntungan mengikuti program AdSense membuat banyak pemilik situs web mengembangkan berbagai metode untuk meningkatkan jumlah klik pada iklan yang mereka tayangkan. Sebagian metode terbukti ilegal dan melawan kebijakan resmi program AdSense. Metode yang lain diperbolehkan, bahkan didorong penggunaannya oleh Google. Beberapa metode yang dianggap sah adalah:</p>
<ul>
<li>Memodifikasi warna unit iklan menggunakan palet warna yang disediakan AdSense</li>
<li>Meletakkan unit iklan pada posisi tertentu pada halaman web yang dianggap memiliki tingkat keterbacaan tinggi</li>
<li>Menghilangkan garis tepi unit iklan dan menyamakan warna latarnya dengan warna latar halaman web sehingga unit iklan terlihat membaur dengan isi halaman</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gabrielsw.com/2009/11/apa-itu-google-adsense/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa Itu SEO</title>
		<link>http://www.gabrielsw.com/2009/11/apa-itu-seo/</link>
		<comments>http://www.gabrielsw.com/2009/11/apa-itu-seo/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 08:25:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gabriel Sebastian Wangsadipura</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[SEO]]></category>
		<category><![CDATA[Apa Itu SEO]]></category>
		<category><![CDATA[mengenal SEO]]></category>
		<category><![CDATA[Search]]></category>
		<category><![CDATA[Search Engine]]></category>
		<category><![CDATA[Search Engine Optimation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gabrielsw.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Optimisasi mesin pencari (bahasa Inggris: Search Engine Optimization, biasa disingkat SEO) adalah serangkaian proses yang dilakukan secara sistematis yang bertujuan untuk meningkatkan volume dan kualitas trafik kunjungan melalui mesin pencari menuju situs web tertentu dengan memanfaatkan mekanisme kerja atau algoritma mesin pencari tersebut. Tujuan dari SEO adalah menempatkan sebuah situs web pada posisi teratas, atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Optimisasi mesin pencari</strong> (<a title="Bahasa Inggris" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Inggris">bahasa Inggris</a>: <em>Search Engine Optimization</em>, biasa disingkat <strong>SEO</strong>) adalah serangkaian proses yang dilakukan secara sistematis yang bertujuan untuk meningkatkan <a title="Volume" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Volume">volume</a> dan kualitas <a title="Trafik (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Trafik&amp;action=edit&amp;redlink=1">trafik</a> kunjungan melalui <a title="Mesin pencari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesin_pencari">mesin pencari</a> menuju <a title="Situs web" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Situs_web">situs web</a> tertentu dengan memanfaatkan <a title="Mekanisme (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mekanisme&amp;action=edit&amp;redlink=1">mekanisme</a> kerja atau <a title="Algoritma" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Algoritma">algoritma</a> mesin pencari tersebut. Tujuan dari SEO adalah menempatkan sebuah situs web pada posisi teratas, atau setidaknya halaman pertama hasil pencarian berdasarkan kata kunci tertentu yang ditargetkan. Secara logis, situs web yang menempati posisi teratas pada hasil pencarian memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan pengunjung.</p>
<p>Sejalan dengan makin berkembangnya pemanfaatan jaringan internet sebagai media bisnis, kebutuhan atas SEO juga semakin meningkat. Berada pada posisi teratas hasil pencarian akan meningkatkan peluang sebuah perusahaan pemasaran berbasis web untuk mendapatkan <a title="Pelanggan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pelanggan">pelanggan</a> baru. Peluang ini dimanfaatkan sejumlah pihak untuk menawarkan jasa optimisasi mesin pencari bagi perusahaan-perusahaan yang memiliki basis usaha di internet.</p>
<div id="toctitle"></div>
<div>
<h2><span id="Sejarah">Sejarah</span></h2>
<p>Menurut <a title="Danny Sullivan (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Danny_Sullivan&amp;action=edit&amp;redlink=1">Danny Sullivan</a>, istilah <em>search engine optimization</em> pertama kali digunakan pada <a title="26 Juli" href="http://id.wikipedia.org/wiki/26_Juli">26 Juli</a> tahun <a title="1997" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1997">1997</a> oleh sebuah pesan <a title="Spam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Spam">spam</a> yang diposting di <a title="Usenet (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Usenet&amp;action=edit&amp;redlink=1">Usenet</a>. Pada masa itu algoritma mesin pencari belum terlalu <a title="Kompleks" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kompleks">kompleks</a> sehingga mudah dimanipulasi.</p>
<p>Versi awal algoritma pencarian didasarkan sepenuhnya pada informasi yang disediakan oleh <a title="Webmaster (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Webmaster&amp;action=edit&amp;redlink=1">webmaster</a> melalui <a title="Meta tag (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Meta_tag&amp;action=edit&amp;redlink=1">meta tag</a> pada kode <a title="Html" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Html">html</a> situs web mereka. Meta tag menyediakan informasi tentang konten yang terkandung pada suatu halaman web dengan serangkaian <a title="Katakunci (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Katakunci&amp;action=edit&amp;redlink=1">katakunci</a> (<em>keyword</em>). Sebagian webmaster melakukan manipulasi dengan cara menuliskan katakunci yang tidak sesuai dengan <a title="Konten (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Konten&amp;action=edit&amp;redlink=1">konten</a> situs yang sesungguhnya, sehingga mesin pencari salah menempatkan dan memeringkat situs tersebut. Hal ini menyebabkan hasil pencarian menjadi tidak akurat dan menimbulkan kerugian baik bagi mesin pencari maupun bagi pengguna internet yang mengharapkan informasi yang <a title="Relevan (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Relevan&amp;action=edit&amp;redlink=1">relevan</a> dan berkualitas.</p>
<p><a title="Larry Page" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Larry_Page">Larry Page</a> dan <a title="Sergey Brin" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sergey_Brin">Sergey Brin</a>, dua <a title="Mahasiswa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mahasiswa">mahasiswa</a> doktoral ilmu <a title="Komputer" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Komputer">komputer</a> <a title="Universitas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Universitas">Universitas</a> <a title="Stanford (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Stanford&amp;action=edit&amp;redlink=1">Stanford</a>, berusaha mengatasi permasalahan tersebut dengan membangun <a title="Backrub (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Backrub&amp;action=edit&amp;redlink=1">Backrub</a>, sebuah mesin pencari sederhana yang mengandalkan perhitungan matematika untuk memeringkat halaman web. Algoritma tersebut, yang dinamakan <a title="PageRank" href="http://id.wikipedia.org/wiki/PageRank">PageRank</a>, merupakan fungsi matematika yang kompleks berupa kombinasi antara perhitungan jumlah <a title="Link" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Link">link</a> yang mengarah pada suatu halaman web dengan analisis atas kualitas masing-masing link tersebut.</p>
<p>Berdasarkan prinsip kerja PageRank, secara umum bisa dikatakan bahwa halaman web yang memperoleh peringkat tinggi adalah halaman web yang banyak di-link oleh halaman web lain. Nilai PageRank juga akan semakin tinggi apabila halaman web yang mengarah kepadanya juga memiliki kualitas yang tinggi. Nilai sebuah link dari situs berkualitas tinggi seperti <a title="Yahoo!" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yahoo%21">Yahoo!</a> atau <a title="DMOZ (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=DMOZ&amp;action=edit&amp;redlink=1">DMOZ</a> dapat bernilai lebih tinggi daripada kombinasi nilai link dari seratus situs web berkualitas rendah.</p>
<p>Backrub hanyalah sebuah permulaan. Pada tahun 1998 Page dan Brin mendirikan <a title="Google" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Google">Google</a> yang merupakan versi tingkat lanjut dari Backrub. Dalam waktu singkat Google memperoleh reputasi dan kepercayaan dari publik pengguna internet karena berhasil menyajikan hasil pencarian yang berkualitas (tidak dimanipulasi), cepat, dan relevan. PageRank lantas menjadi standar baik bagi mesin pencari lain maupun bagi <a title="Webmaster (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Webmaster&amp;action=edit&amp;redlink=1">webmaster</a> yang berusaha agar situs webnya memperoleh nilai PageRank setinggi mungkin sehingga menempati posisi tertinggi pada hasil pencarian.</p>
<h2><span> </span><span id="Webmaster_dan_mesin_pencari">Webmaster dan mesin pencari</span></h2>
<p>Sejak tahun 1997 perusahaan mesin pencari menyadari bahwa beberapa webmaster melakukan segala hal untuk dapat terindeks pada urutan teratas hasil pencarian, termasuk dengan cara-cara yang manipulatif dan ilegal. <a title="Infoseek (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Infoseek&amp;action=edit&amp;redlink=1">Infoseek</a>, salah satu mesin pencari generasi pertama, melakukan perbaikan pada algortima mereka untuk mencegah manipulasi dengan meta tag yang tidak relevan.</p>
<p>Bagaimanapun, dalam beberapa hal mesin pencari juga menyadari nilai ekonomi yang besar dari peringkat hasil pencarian, dan mereka terkadang memiliki kepentingan terselubung dari aktivitas perusahaan SEO. Beberapa perusahaan mesin pencari mengirim perwakilan atau menjadi tamu pada event-event rutin yang diselenggarakan komunitas SEO.</p>
<p>Mesin pencari besar seperti <a title="Google" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Google">Google</a> dan <a title="Yahoo!" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yahoo%21">Yahoo!</a> menyediakan program dan panduan yang memungkinkan webmaster mengoptimalkan situsnya agar terindeks dengan baik. Google menyediakan aplikasi <a title="Webmaster Tool (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Webmaster_Tool&amp;action=edit&amp;redlink=1">Webmaster Tool</a> dan memperkenalkan <a title="Sitemap (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sitemap&amp;action=edit&amp;redlink=1">sitemap</a> berbasis <a title="XML" href="http://id.wikipedia.org/wiki/XML">XML</a> standar mereka, sedangkan Yahoo! menyediakan program <a title="Site Explorer (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Site_Explorer&amp;action=edit&amp;redlink=1">Site Explorer</a> yang memungkinkan webmaster mendaftarkan <a title="URL" href="http://id.wikipedia.org/wiki/URL">URL</a> situs, mengecek jumlah halaman web mereka yang telah terindeks di Yahoo!, dan melihat informasi link masuk. Namun demikian mesin pencari tidak mentolerir metode SEO yang manipulatif dan menghalalkan segala cara.</p>
<h2><span> </span><span id="Etika_dan_legalitas">Etika dan legalitas</span></h2>
<p>Sistem PageRank, walau menerapkan algoritma yang kompleks, belakangan juga tidak lagi sepenuhnya mampu menghadapi trik dan manipulasi. Sejumlah webmaster dan praktisi SEO telah mengembangkan beberapa metode yang memanfaatkan cara kerja PageRank agar halaman web klien mereka berada pada peringkat pertama hasil pencarian. Google secara resmi telah melarang penggunaan beberapa teknik ilegal seperti <em><a title="Link farming (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Link_farming&amp;action=edit&amp;redlink=1">link farming</a></em>, <em><a title="Doorway pages (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Doorway_pages&amp;action=edit&amp;redlink=1">doorway pages</a></em>, <em><a title="Keyword stuffing (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Keyword_stuffing&amp;action=edit&amp;redlink=1">keyword stuffing</a></em>, dan <em><a title="Auto generated pages (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Auto_generated_pages&amp;action=edit&amp;redlink=1">auto generated pages</a></em> atau <em><a title="Scraper pages (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Scraper_pages&amp;action=edit&amp;redlink=1">scraper pages</a></em>. Situs atau layanan SEO yang tetap menggunakanannya terancam akan dihapus dari <a title="Indeks (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Indeks&amp;action=edit&amp;redlink=1">indeks</a> pencarian.</p>
<p>Ancaman Google dan mesin pencari lain bukan hanya gertakan. Beberapa perusahaan layanan SEO beserta klien mereka yang tidak mengindahkan larangan tersebut menerima <a title="Penalti" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Penalti">penalti</a> yang serius karena perbuatan ilegal mereka. Pada tahun 2005, <a title="Matt Cutts (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Matt_Cutts&amp;action=edit&amp;redlink=1">Matt Cutts</a> dari Google mengatakan bahwa URL sebuah firma SEO bernama <a title="Traffic Power (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Traffic_Power&amp;action=edit&amp;redlink=1">Traffic Power</a> beserta klien-klien mereka telah dihapus dari indeks Google karena menggunakan teknik SEO ilegal. Kasus lain yang terkenal adalah ketika Google pada Februari 2006 menghapus situs web perusahaan <a title="BMW" href="http://id.wikipedia.org/wiki/BMW">BMW</a> dan <a title="Ricoh" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ricoh">Ricoh</a> <a title="Jerman" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jerman">Jerman</a> dari daftar karena terbukti menggunakan metode SEO yang manipulatif. BMW dan Ricoh dengan segera meminta maaf kepada Google dan memperbaiki situs mereka. Google kemudian memasukkan kembali situs web mereka ke dalam indeks pencarian. Namun skandal tersebut tetap meninggalkan citra buruk dan memalukan bagi kedua perusahaan tersebut.</p>
<p>Berdasarkan panduan resmi mesin pencari, SEO bukanlah teknik ilegal sepanjang dilakukan dengan mengikuti etika dan aturan yang ada. Hal tersebut untuk menjamin setiap situs web memperoleh kesempatan yang sama dalam pencarian, dan pemeringkatan dilakukan dengan obyektif, di mana yang paling berperan dalam menentukan peringkat suatu halaman web adalah kualitas dan manfaatnya bagi pengguna internet.</p>
<h2><span id="Strategi_pemasaran_internasional">Strategi pemasaran internasional</span></h2>
<p>Bisnis dan layanan SEO berkembang pesat seiring dengan pertumbuhan web, yang menyebabkan sebuah situs harus berusaha lebih keras agar alamatnya lebih mudah ditemukan pengunjung di antara jutaan alamat situs lain dari seluruh dunia yang menjadi kompetitornya. Mesin pencari merupakan pintu masuk utama, karena pengguna internet tidak lagi sanggup menghafalkan jutaan situs web, dan sebagai gantinya mereka mengandalkan hasil pencarian dari Google, Yahoo!, <a title="Bing" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bing">Bing</a>, dan mesin pencari lain.</p>
<p>Berada pada posisi teratas atau setidaknya halaman pertama hasil pencarian untuk subyek tertentu memberikan keuntungan ganda bagi perusahaan pemasaran via internet:</p>
<ul>
<li>Peluang calon pelanggan mengunjungi situs web mereka menjadi lebih besar. Hal tersebut dapat berlanjut pada meningkatnya tingkat konversi dari pengunjung biasa menjadi pembeli.</li>
<li>Berada pada peringkat pertama hasil pencarian memberikan citra dan reputasi yang baik bagi sebuah situs di mata pengunjung.</li>
</ul>
<p>Mesin pencari pada umumnya tidak mencari keuntungan secara langsung dari hasil pencarian organik. Pendapatan usaha mereka diperoleh dari iklan yang ditampilkan pada bagian atas atau samping hasil pencarian organik tersebut. Perusahaan yang kurang berhasil menerapkan strategi SEO sehingga alamat situsnya tidak berada pada posisi teratas dalam hasil pencarian organik masih dapat memperoleh pengunjung dengan beriklan pada mesin pencari tersebut.</p>
<p>Pada Google, pemasangan iklan dapat dilakukan melalui <a title="Google AdWord (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Google_AdWord&amp;action=edit&amp;redlink=1">Google AdWord</a>. Google AdWord menerapkan mekanisme <a title="Pay per click" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pay_per_click">pay per click</a> atau bayar per klik, artinya untuk setiap iklan yang diklik oleh pengunjung, pemasang iklan akan dikenakan biaya, yang besarnya berbeda-beda tergantung pada proses lelang (<em>bidding</em>) katakunci yang dilakukan oleh pemasang iklan.</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gabrielsw.com/2009/11/apa-itu-seo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Error Pada Saat Mengupload Joomla Ke Web Hosting</title>
		<link>http://www.gabrielsw.com/2009/10/error-pada-saat-mengupload-joomla-ke-web-hosting/</link>
		<comments>http://www.gabrielsw.com/2009/10/error-pada-saat-mengupload-joomla-ke-web-hosting/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Oct 2009 02:56:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gabriel Sebastian Wangsadipura</dc:creator>
				<category><![CDATA[Computer]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Website]]></category>
		<category><![CDATA[can't connect to my sql]]></category>
		<category><![CDATA[configuration.php]]></category>
		<category><![CDATA[database not found]]></category>
		<category><![CDATA[error : joomla]]></category>
		<category><![CDATA[error saat upload ke web hosting]]></category>
		<category><![CDATA[image tidak keluar]]></category>
		<category><![CDATA[joomla]]></category>
		<category><![CDATA[web hosting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gabrielsw.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin ini saya baru aja mengupload salah satu website yang saya buat di localhost di laptop saya ke web hosting. Website tersebut menggunakan CMS Joomla 1.5 , sudah beberapa kali saya mengupload, namun biasanya lancar &#8211; lancar saja, cukup mengubah sedikit nilai variabel di configuration.php . Berikut akan saya bagikan beberapa tips ketika memindahkan Joomla [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarin ini saya baru aja mengupload salah satu website yang saya buat di localhost di laptop saya ke web hosting. Website tersebut menggunakan CMS Joomla 1.5 , sudah beberapa kali saya mengupload, namun biasanya lancar &#8211; lancar saja, cukup mengubah sedikit nilai variabel di configuration.php . Berikut akan saya bagikan beberapa tips ketika memindahkan Joomla dari localhost kita ke web hosting.</p>
<ol>
<li>Lihat File <strong>Configuration.php<br />
</strong>Beberapa nilai variabel yang harus anda ubah adalah :<br />
$log_path, $tmp_path, $live_site, $user, $db, $password .</p>
<ul>
<li>$log path &amp; $tmp_path biasanya jika menggunakan Joomla 1.5 berada di direktori /public_html nya.</li>
</ul>
<ul>
<li>$live_site, isikan variabel ini dengan nama website anda, misal www.google.com, awalnya saya mengabaikan variabel ini, namun yang terjadi adalah, ketika saya mengakses halaman lain, semua image &amp; template tidak keluar, ketika saya mencoba melihat ke source, semua url template dan image berubah menjadi www.xxx.com/index.php/image , padahal seharusnya www.xxx.com/image. Awalnya saya pikir ada kesalahan ketika mengupload, 2 jam saya utak atik dan coba upload ulang, akhirnya saya menemukan ada variabel $mos_live_site , ketika saya mengubah, akhirnya dapat terselesakan juga.</li>
</ul>
<ul>
<li>$user, $db, $ password, untuk database pada web hosting, tidak otomatis terbuat, sehingga anda harus membuatnya terlebih dahulu pada cpanel, kemudian pilih MySql Databases. Buatlah nama database anda. Setelah itu buatlah user untuk database anda, ketika anda mengklik create user, maka anda akan berpindah ke halaman untuk menentukan privilege, pilih all privilege. Pada saat anda memasukkan nilai variabel ke dalam configuration.php, tambahkan user cpanel anda, misal user cpanel anda gooogle, sehingga nilai variabel $user dan $db menjadi $user : &#8216;gooogle_user&#8217; dan $db : &#8216;gooogle_database&#8217;.</li>
</ul>
</li>
<li>Ketika ada halaman yang tidak keluar gambarnya, lihatlah view source (CTRL + U) dan trace dimanakah link image yang tidak muncul, biasanya masih pada http://localhost/&#8230; ubahlah settingan yang anda miliki, jika yang tidak keluar adalah pada component / module, ubahlah nilai variabel absolute path nya pada configuration file masing &#8211; masing component / module.</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gabrielsw.com/2009/10/error-pada-saat-mengupload-joomla-ke-web-hosting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Optimasi Meta Tag Pada SEO</title>
		<link>http://www.gabrielsw.com/2009/10/optimasi-meta-tag-pada-seo/</link>
		<comments>http://www.gabrielsw.com/2009/10/optimasi-meta-tag-pada-seo/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 01:34:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gabriel Sebastian Wangsadipura</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[SEO]]></category>
		<category><![CDATA[keyword]]></category>
		<category><![CDATA[meta tag]]></category>
		<category><![CDATA[optimasi seo]]></category>
		<category><![CDATA[optimasi tag]]></category>
		<category><![CDATA[tag]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gabrielsw.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Meta tag, tag yang terletak pada bagian Header website ini, tidak terlihat oleh pengunjung (visitor) tapi sangat penting peran nya di dunia SEO, karena meta tag lah yang memungkinkan website dapat di-search oleh para pengunjung.  Meta tag yang penting agar mesin pencari (searh engine) bisa meng-index atau meng-crawl semua page di website yang kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Meta tag, tag yang terletak pada bagian Header website ini, tidak terlihat oleh pengunjung (<em>visitor</em>) tapi sangat penting peran nya di dunia SEO, karena meta tag lah yang memungkinkan website dapat di-<em>search</em> oleh para pengunjung.  Meta tag yang penting agar mesin pencari (<em>searh engine</em>) bisa meng-<em>index</em> atau meng-<em>crawl</em> semua <em>page </em>di website yang kita miliki antara lain :</p>
<ol>
<li>Keyword Tag : Pada bagian ini, biasa nya para ahli menyarankan untuk menuliskan keyword yang memiliki relevansi (hubungan) dengan website Anda, walaupun banyak dijumpai website pada masa sekarang ini mencantumkan keyword yang tidak berhubungan dengan website-nya.
<ul>
<li>Keyword sebaiknya tidak lebih dari 805 karakter</li>
<li>Tiap kata diurutkan mulai dari yang terpenting</li>
<li>Jangan ada pengulangan kata pada frasa yang berbeda lebih dari 3x. Contoh: web, web designer, web programmer –&gt; salah</li>
</ul>
</li>
<li>Description Tag Description akan ditampilkan pada hasil search. Menurut para ahli SEO, description sebaiknya juga ditulis maksimal 150 karakter (termasuk spasi) dan di dalamnya terdapat keyword website Anda. Gunakanlah kata-kata atau kalimat yang mampu mengundang (memancing) pengunjung untuk meng-klik website Anda. Jangan menggunakan kalimat yang sama dengan kalimat pada Title Tag.</li>
<li>Title Tag Title Tag, secara details pernah dibahas di bagian <a href="http://www.silverf0x.com/2008/05/optimasi-tag-title-dalam-seo/">optimasi Title Tag dalam SEO</a>. Tapi singkatnya, harus terdiri dari 60 karakter (termasuk spasi) atau 8-10 kata, terdiri dari keyword. Title tag yang baik akan mengundang pengunjung untuk melirik website Anda.</li>
</ol>
<p>Gunakanlah ke-tiga meta tag penting di atas secara baik dan benar agar search engine spyder rajin mengunjungi dan meng-index website Anda.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gabrielsw.com/2009/10/optimasi-meta-tag-pada-seo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ping Service</title>
		<link>http://www.gabrielsw.com/2009/10/ping-service/</link>
		<comments>http://www.gabrielsw.com/2009/10/ping-service/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 10:52:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gabriel Sebastian Wangsadipura</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Ping]]></category>
		<category><![CDATA[Ping Service]]></category>
		<category><![CDATA[SEO]]></category>
		<category><![CDATA[Service]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gabrielsw.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Bagi para blogger ato web publisher, ping service merupakan salah satu komponen penting untuk mempromosikan blog atau web-nya.
Ping service adalah mekanisme dari blog atau website untuk memberitahukan (notify) kepada blog/web directory dan search engine bahwa blog atau website kita telah di-update.
Ping service dapat menjanjikan sejumlah backlinks, karena dengan memberitahukan bahwa blog atau website Anda telah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Bagi para blogger ato web publisher, ping service merupakan salah satu komponen penting untuk mempromosikan blog atau web-nya.<br />
Ping service adalah mekanisme dari blog atau website untuk memberitahukan (<em>notify</em>) kepada <em>blog/web directory</em> dan <em>search engine</em> bahwa blog atau website kita telah di-<em>update</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Ping service dapat menjanjikan sejumlah backlinks, karena dengan memberitahukan bahwa blog atau website Anda telah ter-update, nama blog atau website Anda akan terdaftar/terdata di directory atau search engine sesuai dengan topik (niche) blog/website Anda.</p>
<p style="text-align: justify;">Rajin melakukan ping ke daftar ping service akan membuat website/blog Anda akan terdata di banyak directory dan search engine, sehingga kemungkinan untuk banyak mendatangkan backlinks dan traffic juga semakin besar. Namun sebaiknya jalan melakukan ping service dengan frekuensi yang berlebihan agar tidak dianggap spam, apalagi melakukan ping service, padahal tidak ada update atau perubahan pada blog atau website Anda. <strong>Very not recomended</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk para blogger yang menggunakan wordpress, ada cara mudah melakukan ping service ini secara otomatis. Login ke <strong>dashboard wordpress admin</strong>, trus ke bagian <strong>Settings &gt; Writing</strong>. Di bagian <strong>Update Service</strong> (di bagian paling bawah), secara default Anda akan menemukan http://rpc.pingomatic.com/ sebagai ping service.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Berikut adalah daftar ping service yang ada :</p>
<p style="text-align: justify;">http://rpc.pingomatic.com/</p>
<p>http://1470.net/api/ping</p>
<p>http://www.a2b.cc/setloc/bp.a2b</p>
<p>http://api.feedster.com/ping</p>
<p>http://api.moreover.com/RPC2</p>
<p>http://api.moreover.com/ping</p>
<p>http://api.my.yahoo.com/RPC2</p>
<p>http://api.my.yahoo.com/rss/ping</p>
<p>http://www.bitacoles.net/ping.php</p>
<p>http://bitacoras.net/ping</p>
<p>http://blogdb.jp/xmlrpc</p>
<p>http://www.blogdigger.com/RPC2</p>
<p>http://blogmatcher.com/u.php</p>
<p>http://www.blogoole.com/ping/</p>
<p>http://www.blogoon.net/ping/</p>
<p>http://www.blogpeople.net/servlet/weblogUpdates</p>
<p>http://www.blogroots.com/tb_populi.blog?id=1</p>
<p>http://www.blogshares.com/rpc.php</p>
<p>http://www.blogsnow.com/ping</p>
<p>http://www.blogstreet.com/xrbin/xmlrpc.cgi</p>
<p>http://blog.goo.ne.jp/XMLRPC</p>
<p>http://bulkfeeds.net/rpc</p>
<p>http://coreblog.org/ping/</p>
<p>http://www.lasermemory.com/lsrpc/</p>
<p>http://mod-pubsub.org/kn_apps/blogchatt</p>
<p>http://www.mod-pubsub.org/kn_apps/blogchatter/ping.php</p>
<p>http://www.newsisfree.com/xmlrpctest.php</p>
<p>http://ping.amagle.com/</p>
<p>http://ping.bitacoras.com</p>
<p>http://ping.blo.gs/</p>
<p>http://ping.bloggers.jp/rpc/</p>
<p>http://ping.blogmura.jp/rpc/</p>
<p>http://ping.cocolog-nifty.com/xmlrpc</p>
<p>http://ping.exblog.jp/xmlrpc</p>
<p>http://ping.feedburner.com</p>
<p>http://ping.myblog.jp</p>
<p>http://ping.rootblog.com/rpc.php</p>
<p>http://ping.syndic8.com/xmlrpc.php</p>
<p>http://ping.weblogalot.com/rpc.php</p>
<p>http://ping.weblogs.se/</p>
<p>http://pingoat.com/goat/RPC2</p>
<p>http://www.popdex.com/addsite.php</p>
<p>http://rcs.datashed.net/RPC2/</p>
<p>http://rpc.blogbuzzmachine.com/RPC2</p>
<p>http://rpc.blogrolling.com/pinger/</p>
<p>http://rpc.icerocket.com:10080/</p>
<p>http://rpc.pingomatic.com/</p>
<p>http://rpc.technorati.com/rpc/ping</p>
<p>http://rpc.weblogs.com/RPC2</p>
<p>http://www.snipsnap.org/RPC2</p>
<p>http://trackback.bakeinu.jp/bakeping.php</p>
<p>http://topicexchange.com/RPC2</p>
<p>http://www.weblogues.com/RPC/</p>
<p>http://xping.pubsub.com/ping/</p>
<p>http://xmlrpc.blogg.de/</p>
<p>http://blogsearch.google.com/ping/RPC2</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">http://www.silverf0x.com/2009/05/daftar-ping-services.htm</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gabrielsw.com/2009/10/ping-service/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
