Radiasi Wi-Fi Bikin Anak Jadi Autis?

Author: Gabriel Sebastian Wangsadipura  |  Category: Computer, Internet, Networking

Manfaat Wi-Fi (wireless fidelity) memang besar terutama untuk lalu lintas data. Namun bagaimana jika gara-gara Wi-Fi, penyakit autis yang menyerang otak bisa melanda?

Sinyal Wi-Fi disinyalir bisa mempercepat perkembangan autis pada anak-anak. Demikian diungkapkan dalam sebuah studi yang dibesut oleh lembaga Australasian Journal of Clinical Enviromental Medicine. Studi ini mengungkapkan hubungan antara teknologi wireless dengan autisme. Mereka melakukannya dengan mengadakan berbagai tes terhadap anak-anak penderita autis pada tahun 2005 dan 2006.

“Radiasi elektromagnetis dari Wi-Fi kelihatannya menjebak unsur tertentu dalam otak dan menyebabkan gejala autisme pada anak makin meningkat,” ungkap Dr. George Carlo, salah satu pembesut studi ini seperti dikutip detikINET dari EeTimes, Kamis (29/11/2007).

Sebelumnya, Dr George Carlo juga pernah meneliti bahwa penggunaan ponsel juga berpengaruh terhadap meningkatnya angka anak yang menderita autis. Gejala ini disebutnya mewabah di seluruh dunia.

Akses Hotspot Kecepatan Tinggi

Author: Gabriel Sebastian Wangsadipura  |  Category: Computer, Internet, Networking

Bosan dengan akses Hotspot yang lambat? Bukan zamannya lagi sekarang akses hotspot dengan koneksi yang lambat kayak siput. Barangkali itu salah satu bahasa marketing kalau mau jualan koneksi hotspot. Kalau itu memang problem anda ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menelusur permasalahan tersebut. Cara pertama adalah memeriksa berapa bandwidth yang dialokasikan untuk koneksi hotspot. Kalau yang dialokasikan memang kecil ya selesai sudah persoalan. Karena jawabannya adalah menaikkan kapasitas bandwidth yang lewat hotspot device. Tetapi jika koneksi internet sudah cepat tetapi terkendala oleh perangkat hotspot yang jadul, mungkin ini akan bermanfaat. Tulisan kali ini akan mencoba meninjau dari segi teknologi wireless yang dipakai agar Kecepatan Hotspot dapat ditingkatkan. Meningkatkan kecepatan download, kecepatan upload dan transfer file antar PC. Dengan jaringan Wifi terkadang transfer data antara satu PC/laptop dengan PC lain terasa lebih lambat dibandingkan transfer data dengan media kabel. Mengapa demikian? Saat ini Jaringan LAN (Local Area Network) menggunakan media kabel memiliki kecepatan terendah 10 Mbps, yang umum dipakai berkecepatan 100 Mbps, teknologi terbaru dengan Gibabit Ethernet mampu melakukan transfer data 1 Gbps.

Teknologi wireless menggunakan standard IEEE 802.11 . Standard tersebut telah mengalami perkembangan dan penyempurnaan dari mulai generasi pertama hingga generasi terakhir.

802.11

Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) membuat standar WLAN pertama. Mereka menyebutnya 802,11 setelah nama dari kelompok yang dibentuk untuk mengawasi perkembangannya. Sayangnya, 802.11 hanya didukung jaringan maksimum bandwidth dari 2 Mbps , terlalu lambat untuk sebagian besar aplikasi. Untuk alasan ini, produk-produk nirkabel 802.11 biasa tidak lagi diproduksi.

802.11b

IEEE mengembangkan standar 802.11 awal pada bulan Juli 1999, menciptakan spesifikasi 802.11b. 802.11b mendukung bandwidth sampai 11 Mbps, sebanding dengan Ethernet tradisional.

802.11a

Bersamaan dengan pengembangan 802.11b, IEEE membuat ekstensi kedua untuk standar 802.11 yang disebut 802.11a. Karena 802.11b diperoleh dalam popularitas jauh lebih cepat daripada 802.11a, sebagian orang percaya bahwa 802.11a diciptakan setelah 802.11b.

802.11a mendukung bandwidth sampai 54 Mbps dan sinyal dalam spektrum frekuensi diatur sekitar 5 GHz. Lebih tinggi dibandingkan dengan frekuensi yang lebih pendek 802.11b jangkauan jaringan 802.11a. Frekuensi yang lebih tinggi juga berarti sinyal 802.11a memiliki lebih banyak kesulitan menembus dinding dan penghalang lain.Karena 802.11a dan 802.11b menggunakan frekuensi yang berbeda, kedua teknologi tidak kompatibel satu sama lain.

802.11g

Pada tahun 2002 dan 2003, produk-produk WLAN dapat mendukung standar yang lebih baru yang disebut 802.11g muncul di pasar. 802.11g merupakan usaha untuk menggabungkan yang terbaik dari kedua standard yaitu 802.11a dan 802.11b. 802.11g mendukung bandwidth sampai 54 Mbps, dan menggunakan frekuensi 2.4 Ghz untuk rentang yang lebih besar. 802.11g kompatibel dengan 802.11b, yang berarti bahwa jalur akses 802.11g akan bekerja dengan adapter jaringan nirkabel 802.11b dan sebaliknya.

802.11n

generasi ketiga Wi-Fi standar untuk jaringan wireless di rumah. Peralatan 802.11n kompatibel dengan 802.11g yang lebih tua atau peralatan 802.11b, dan mendukung koneksi nirkabel lebih cepat di atas jarak yang lebih jauh.Transfer Rate sampai lebih dari 100 Mbps. Menggunakan teknologi MIMO (Multiple-Input Multiple-Output).

linksys

Wireless N Produk Linksys

Saat ini di pasaran sudah banyak produk berteknologi dengan standard 802.11n atau sering disebut dengan Wireless N. Dengan demikian kemampuan transfer data lebih besar lagi. Salah satu cara meningkatkan kecepatan akses hotspot adalah menggunakan AP hotspot berteknologi wireless N, dengan catatan wireless client (Laptop) juga harus sudah mendukung wireless N. Kalau belum mendukung ya sama saja. Catatan kedua apakah koneksi internet sudah diatas 100 Mbps?? Dengan menggunakan wireless N dapat meningkatkan kecepatan download maupun kecepatan upload.

buffalo wireless-n

Wireles N Produk Buffalo

Buffalo Mini Station

Author: Gabriel Sebastian Wangsadipura  |  Category: Computer

Buffalo Ministation adalah sebuah harddisk eksternal yang menawarkan solusi penyimpanan data yang kompak, ringan dan portable.

[B]Fitur-fitur utama dari Buffalo HD-PX Mini Station =[/B]
• Portable USB Harddrive dengan hardware encryption (Windows).
• Shock resistant body yang tersedia dalam 3 pilihan warna yaitu crystal black, pearl white dan ruby red.
• Cable management yang menjaga kerapian dalam penyimpanan dan kabel dibuat terintegrasi dengan perangkat HDD untuk mencegah terlupanya membawa kabel koneksi.
• Turbo USB untuk data transfer yang lebih cepat.
• Memeo Autosync backup software.
• Bundle beserta dengan Picasa software dari Google yang berguna untuk mengorganisir dan mengedit foto digital dan film.
• Tidak memerlukan driver dan power supply tambahan pada saat penggunaan (mensupport Windows & Mac).

Salah satu kelebihan utama dari perangkat ini adalah adanya fitur enkripsi yang menjamin keamanan data yg kita simpan sehingga tidak dapat diakses oleh orang yg tidak berhak.

Selain itu fitur penting lain yg tidak terdapat pada HDD Eksternal lainnya adalah adanya BumperBody Shock Protection yang berupa bantalan-bantalan karet yg mengelilingi HDD untuk mencegah harddisk dari kerusakan sehingga melindungi data-data penting kita.

Untuk pertanyaan teknis silahkan hubungi saya di gabriel@gabrielsw.com

Error Pada Saat Mengupload Joomla Ke Web Hosting

Author: Gabriel Sebastian Wangsadipura  |  Category: Computer, Internet, Website

Kemarin ini saya baru aja mengupload salah satu website yang saya buat di localhost di laptop saya ke web hosting. Website tersebut menggunakan CMS Joomla 1.5 , sudah beberapa kali saya mengupload, namun biasanya lancar – lancar saja, cukup mengubah sedikit nilai variabel di configuration.php . Berikut akan saya bagikan beberapa tips ketika memindahkan Joomla dari localhost kita ke web hosting.

  1. Lihat File Configuration.php
    Beberapa nilai variabel yang harus anda ubah adalah :
    $log_path, $tmp_path, $live_site, $user, $db, $password .

    • $log path & $tmp_path biasanya jika menggunakan Joomla 1.5 berada di direktori /public_html nya.
    • $live_site, isikan variabel ini dengan nama website anda, misal www.google.com, awalnya saya mengabaikan variabel ini, namun yang terjadi adalah, ketika saya mengakses halaman lain, semua image & template tidak keluar, ketika saya mencoba melihat ke source, semua url template dan image berubah menjadi www.xxx.com/index.php/image , padahal seharusnya www.xxx.com/image. Awalnya saya pikir ada kesalahan ketika mengupload, 2 jam saya utak atik dan coba upload ulang, akhirnya saya menemukan ada variabel $mos_live_site , ketika saya mengubah, akhirnya dapat terselesakan juga.
    • $user, $db, $ password, untuk database pada web hosting, tidak otomatis terbuat, sehingga anda harus membuatnya terlebih dahulu pada cpanel, kemudian pilih MySql Databases. Buatlah nama database anda. Setelah itu buatlah user untuk database anda, ketika anda mengklik create user, maka anda akan berpindah ke halaman untuk menentukan privilege, pilih all privilege. Pada saat anda memasukkan nilai variabel ke dalam configuration.php, tambahkan user cpanel anda, misal user cpanel anda gooogle, sehingga nilai variabel $user dan $db menjadi $user : ‘gooogle_user’ dan $db : ‘gooogle_database’.
  2. Ketika ada halaman yang tidak keluar gambarnya, lihatlah view source (CTRL + U) dan trace dimanakah link image yang tidak muncul, biasanya masih pada http://localhost/… ubahlah settingan yang anda miliki, jika yang tidak keluar adalah pada component / module, ubahlah nilai variabel absolute path nya pada configuration file masing – masing component / module.